your sweetest hello
Wednesday, June 11, 2014
ordinary .
Wednesday, June 19, 2013
jarak ...
bagaimana aku tak bisa jauh dari pikiran tentangnya
bagaimana aku selalu berusaha menyempatkan waktuku untuknya
bagaimana aku menempatkannya di sela-sela kesibukan yang tak pernah dia ketahui sebelumnya
apakah dia tahu?
dia ada di pejaman pertama mataku saat malam datang
aku ingin menjadi yang pertama untuk mengucapkannya "selamat pagi"
aku ingin membuatnya tersenyum , entah dengan apa caranya ..
berjalan dari tempatku berteduh , berjumpa dengan teriknya matahari
beranjak dari kasurku yang hangat , bertemu dengan hujan deras
menunggunya berjam-jam di hadapan alat kamera benda merah ini
menunggunya berjam-jam melawan kantuk dengan menggenggam telepon genggamku
atau ...
menunggunya di tengah rintik hujan kala menginjakan kaki diatas rel kereta api ...
apakah kamu tahu rasanya ?
merindukannya setiap saat ... memikirkannya setiap hari
taukah kamu?
saat aku sulit untuk beranjak ke dalam mimpiku , hal yang membuatku tertidur adalah suaranya
saat aku marah , hal yang membuatku tenang adalah kata-kata tulusnya
saat aku sedih , hal yang membuatku tersenyum adalah pernyataan cintanya
dari segi mana , hanya dia yang bisa menarik perhatianku?
dari gerakan cuek tubuhnya ?
dari langkah tegap nya?
dari badan kekarnya ?
dari raut muka lembutnya setiap bertemu denganku?
dari senyum manisnya setiap aku tersenyum ?
dari pandangan mata yang lembut saat ku menatapnya?
ataukah dari lesung pipi yang merekah setiap aku bersama dengannya?
entahlah ...
aku hanya tahu satu hal ..
bahwa aku mencintainya dan dia mencintaiku
bahwa jarak ini menantangku untuk mempertaruhkan kerinduanku
bahwa aku tak ingin lagi membuatnya sedih
bahwa dia telah mengajarkan padaku hebatnya bertahan dengan cinta
sekarang biarkanlah aku meminta satu hal ...
tetap lah mencintaiku , sesulit apapun itu
aku tahu kita bisa , kamu dan aku itu kuat
tetaplah menegurku jika aku salah
tetaplah memelukku jika aku rapuh
tetaplah menungguku disana
tetaplah menyelipkan "I LOVE YOU, chan" ditengah obrolan kita
mungkin aku terlalu banyak membuat kesalahan
mungkin aku juga terlalu sering memaksakan kehendak
aku hanya bisa meminta maaf dan mengulanginya lagi
sedangkan kamu tetap setia dan mengatakan pada semua orang , "dia itu sempurna , dia kekasihku yang sempurna . aku menyayanginya"
untuk semua luka yang pernah ada aku meminta maaf
untuk semua kesetiaan yang selalu ada aku berterimakasih
terimakasih telah mencintaiku sebesar ini ...
terimakasih telah menjadi pangeran di negri dongengku ...
dan karena ini dongeng cintaku ,
biarkanlah menjadi "happily ever after" pada akhirnya :)
Thursday, June 6, 2013
not an ordinary [IV]
"hey,anak baru yaa?"aku menyibakkan rambut yang menutupi mataku dan melihatnya sekilas
"iya" , jawabku dengan singkat . sangat singkat
"dari mana?" , tanyanya pernasaran
"bogor" , jawabku dingin (lagi)
"bisa bahasa jawa?" , tanyanya . yang aku kira yah dia pasti mau ngerjain aku
"ngerti", jawabku sambil berpaling kembali ke kertas jawabankudan dering bel pergantian pelajaran berdering . aku mulai merapikan bukuku dan beranjak berdiri untuk kembali ke kelasku yang berada di lantai 2 . sejenak kupikir apa salah nya untuk mencoba ramah ?
"duluan ya", sapaku singkat dengan melihat kearahnya
"oh iya iya " ,, jawab nya ramahsesaat aku langsung ngacir keluar ke tempat yang buatku lebih nyaman karena aku kurang suka berada di keramaian. namun,
"judes banget" , ternyata seorang cewek mengomentariku . pengen sih aku bales dengan kesewotanku yang katanya melebihi ratu manapun , tapi ...
"itu baru namanya cewek" , ku dengar suara bass itu lagi .. iya , dia membelaku ..dengan tersenyum kecil aku kembali ke kelasku .. sepertinya dia baik tapi dengan wajah tampannya aku berasumsi pasti dia playboy atau minimal sudah punya pacar .. setidaknya begitu pikirku sampai saat aku mematahkan hatinya ... dengan brengseknya ~
"kenapa kamu lebih memilih dia dari pada siapa itu yang anak sos 5 yang kamu ceritain berulang-ulang sampai aku bosan?" , tanya lena bingung atau sewot entah aku tak mengerti
"aku nyaman kok " jawabku singkat
"jelasin sama aku di bagian mananya kamu nyaman sama dia . dan bagian apa kamu gasuka sama si yang kau panggil kakek itu?" , lena memberondongku dengan berbagai pertanyaan ... dan bagi telinga ku itu merupakan suatu pernyataan.
"nanyaaa mulu sumpah uda kayak wartawan . yang penting kan sekarang aku uda jadian sama dia yaudah kan susah amat sih." jawabku kesal
"terakhir deh ... kapan sih kamu bisa jawab pertanyaan - pertanyaan ku itu ? ada po kamu ada jawab salah satu aja pertanyaanku ? dan dengan lugas , nggak kamu puter-puterin kayak gitu . bukannya orang pacaran tu pengennya selalu bareng . nah kamu malah kekeuh bawa motor sendiri , sibuk sendiri , nggak ada waktu buat pacar kamu . kalo kamu lagi mainin perasaanmu sendiri, mending stop sekarang deh daripada telat . aku bisa ngomong gini karena aku liat kamu sebenarnya yang ada di mata kamu itu siapa. apa sih susahnya bilang kalo kamu itu memang sayang sama 'kakek' itu ?" , lena menjelaskan panjang kali lebar
"gue ..." aku kaget , tak siap dengan serangan telak pada otakku yang beku ini
"aku saranin kamu pikir lagi deh . perasaan kamu sebenarnya gimana . dan lagipula ... apa kamu nggak mikirin perasaannya si kakek itu? udah ya aku pulang dulu . sampai ketemu besok" lanjutnya sambil ngacir pulangsambil memakai helm aku berpikir keras .. apakah yang lena katakan itu bener? karena jika yang dia katakan itu lelucon , aku nggak ngerti dimana letak kelucuannya ...
Wednesday, May 22, 2013
have you ever ?
Monday, April 22, 2013
SUPPOSE
dan apakah sekarang waktunya untuk memasang headset ku kembali dan mulai untuk tidak memperdulikan sekitarku ? ... dan kamu ?
Sunday, January 13, 2013
not an ordinary [III]
aku tetap saja tidak bisa lari dari kenyataan . bahkan rasa kantukku tak dapat menyeretku masuk ke dalam mimpi yang kurindukan ...
"gue capek ree . gue pengen tidur ."
"yaudah rie , tidur sana" , suara berat itu menanggapiku dari ujung sana
"ya lo tau sendiri kan gue mana bisa tidur . kalo gue bisa tidur, ngapain gue telpon lo . kalo lo ga mau nemenin gue yaudah deh tutup aja telponnya." ,jawabku ketus
"etdah lo tuh marah-marah mulu . kapan lo yang dulu balik? gue kangen suara ketawa lo tau gue kangen cerita-cerita konyol lo kangen bercandaan lo." , suara itu halus , memohon
"tau ah gue males bahas itu "
klik . telepon kumatikan .memang agak kejam sepertinya . tapi ditengah kekalutan aku tak perduli
hey, sejak kapan aku mulai tak perduli dengan sahabatku itu ?
aku mulai memikirkannya ... maafkan aku sobat bukan maksudku untuk berbuat kasar denganmu
from : ree
bukan maksud gw buat nyinggung lo.gw tau lo knp gni.tpi seenggaknya cobalah buat bka dri lo lg kyk yg gw knal dulu.
always miss your laugh,ree.
selesai membacanya aku tau dan aku paham setidaknya nggak hanya aku yang merindukan suara tawaku sendiri
tapi entah kenapa sepertinya hatiku tetap dingin.jauh di dalam sana aku butuh kehangatan
batinku merindukan kehangatan perilakuku (mungkin)
setiap orang memang punya alasan menjadi apa yang mereka tampilkan sekarang
apa yang membentuk mereka sekarang entah positif maupun negatif
dan mungkin aku akan memejamkan mata ku sejenak dan memikirkan kata-kata sahabatku itu
kalau aku merindukan aku yang dulu,bagaimana dengan orang-orang terdekatku?
masa hanya karena aku terhempas jatuh aku tak bisa bangkit berdiri lagi?
aku harus mencoba untuk berdiri lagi...bagaimanapun caranya
to : ree
i will be what i used to be . just be by my side and make sure i'm in a right paths. miss you more . gnight
dan dengan itu, aku jatuh ke dalam kehampaan ...
damn,baru aja gue ngerasain tidur udah pagi aja.alarm sialan!
"kampret , gue telat", aku terburu-buru turun dari tempat tidur dan bersiap ke sekolah
"rie,kamu belom mengikuti ulangan sejarah ya?" ,tanya guru sejarah
"belom,pak" , jawab ku ... "yaiyalah gue baru masuk juga pak" ,kataku sewot . dalam hati tentunya
"yasudah kamu bisa mengikuti susulan. di perpustakaan bersama dua temanmu yang lain", lanjutnya
"lah pak saya nggak tau materinya apaan" ,jawabku
"ya seharusnya anda belajar dari buku itu ada semua kok",jawabnya enteng
"yakali pak mana gue ngerti", aku merutuk dalam hati "iye deh" , jawabku sekenanyadan secepat hembusan angin , secepat itulah si bapak guru tercinta membuatku not-really-in-mood
aku mengambil kertas dan tempat pensilku serta folio yang ada di mapku dan segera bergabung dengan kedua teman sekelasku yang belom ikut ulangan juga.
bisa ditebak,aku tak dapat mengerjakan satu soal pun menurut teori, aku hanya mengira-ira saja jawabannya menurut instingku
dan yang lebih membuatku tak nyaman adalah kedatangan kelas ips 5, yah yang namanya ips pastilah ribut sana sini
tapi bukan itu juga yang membuatku tak nyaman
tatapan penasaran yang membanjiriku sebagai "murid baru" membuatku risih
yah satu lagi alasan mengapa aku tak suka perubahan terutama dalam hidupkubelum lagi tampang yang yaah bisa dibilang nggak terlalu bersahabat , sikapku yang dingin membuat semuanya memperhatikanku
membuatku semakin mematung dan jadi tidak bisa berpikir
tapi aku terus menunduk sampai ada suara tenor yang menyapaku dari sebrang meja,
dia memperhatikanku lekat dan kubalas dengan ,yah tatapan dingin seperti yang lainnya
tetapi ada kilatan di dalam matanya yang membuatku tak berkedip
membuatku terkunci di dalam pandangannya
membuatku mendongakan wajahku yang biasanya bertampang dingin menjadi melembut (sedikit)
dan satu kalimat darinya menyadarkanku dari lamunanku,
"hey,anak baru yaa?"
The other way
Pojok kamar menjadi temanku (lagi)
Aku berpikir akan betapa lemahnya aku menanggapi masalah percintaan, yang kerap kali mencuat di hadapanku
Aku mulai mencari tahu tentang kebenaran
Mulai menggapai ke-rasional-an pikiranku untuk menyelesaikannya
Apakah aku yang terlalu lemah sehingga aku bergantung kuat kepadanya?
Jawabannya adalah tidak . Aku tidak lemah
Aku kuat. Aku kuat untuk bertahan sejauh ini, sebagaimana perlakuan cinta terhadapku
Aku terlalu kuat untuk menyadari bahwa aku mentolerir semua kesalahan cinta dan mengalihkannya kepadaku
Aku cukup kuat untuk bertahan sejauh ini dengan cinta. Buat apa aku menyerah sekarang?
Aku cukup kuat untuk memaafkan dan melupakan hal-hal yang cinta lakukan untuk menyakitiku
Sengaja ataupun tidak
Aku selalu menemukan caraku untuk membuat diriku sendiri kuat, untuk menghadapi cinta
Aku cukup kuat untuk memahami ketidakmampuan cinta untuk mengerti tentang hatiku
Dan akupun cukup kuat untuk bersabar menjalani semua tentang cinta
Untuk apa aku menyerah?
Tetapi aku menyadari,cinta bukan hanya untuk satu orang tetapi dua
Aku menyadari jika hanya aku yang mencoba , cinta akan menjadi sia-sia
Namun ketika aku menuntut cinta untuk mengertiku,apa yang aku dapat?
Karena cinta tak dapat dituntut,
Cinta mengalir dalam aliran darah secara alami yang membuatku bernafas,
Membuatku dapat menemukan arti untukku bertahan sejauh aku bisa
Karena cinta itu mengasihi,cinta itu murah hati,dan cinta itu tidak sombong
Aku memahami jika cinta sekarang tak memihakku
Aku bisa mengerti jika cinta mampu membuatku lemah
Tetapi aku tak dapat mengerti sejauh mana cinta akan berperan ke dalamku,
Sekarang aku hanya bisa menunggu,sampai kapan cinta akan membuatku kuat dan lemah secara bersamaan . Karena, itulah cinta, kan? :)