Wednesday, June 11, 2014

ordinary .

gak terasa udah hampir 3 tahun aku mengenalnya , bersamanya ...
dia yang membuatku berhenti mencari,
dia yang membuatku percaya akan hati ..

tapi apakah aku mampu bersamanya ketika pagi datang?
apakah aku bisa menjaganya ditengah malam sunyi?
dan apakah aku mampu bersamanya dan menjaganya di siang hari yang terik?

aku kurang paham, apakah ini akhir ceritanya
aku tak bisa mengerti, akankah ini ada akhirnya 
sampai kapan aku harus menunggu ? menunggunya mengerti akan hatiku

aku tahu kadang aku harus berpikir rasional dan menyakiti hatiku sendiri
tapi apakah dengan bertindak rasional hatiku juga akan menjadi rasional?
tapi yang aku tahu aku akan bertahan...

panggillah aku si bodoh karena bertahan pada hal yang tak pasti ini...
tapi aku juga melakukannya dengan alasan , alasan kuat,
yaitu dia ...

dialah kebahagiaanku disaat sudah tidak ada lagi yang mampu membuatku tersenyum
dialah yang membuatku sadar arti dicintai 
dialah yang membuatku kuat disaat kulemah

namun, sekarang aku ragu ...
apakah dia merasakan hal yang kurasakan?
maukah dia mempertahankanku sekeras aku sekarang?
maukah dia mempertaruhkan segalanya demi aku seperti yang aku lakukan sekarang?

i don't know ... and i never ask him,
why?
karena aku takut, jawabannya tidak seperti yang aku inginkan...

Wednesday, June 19, 2013

jarak ...

aku merasa .. dia hidup di dalam keseharianku
bagaimana aku tak bisa jauh dari pikiran tentangnya
bagaimana aku selalu berusaha menyempatkan waktuku untuknya
bagaimana aku menempatkannya di sela-sela kesibukan yang tak pernah dia ketahui sebelumnya

apakah dia tahu?
dia ada di pejaman pertama mataku saat malam datang
aku ingin menjadi yang pertama untuk mengucapkannya "selamat pagi"
aku ingin membuatnya tersenyum , entah dengan apa caranya ..
berjalan dari tempatku berteduh , berjumpa dengan teriknya matahari
beranjak dari kasurku yang hangat , bertemu dengan hujan deras
menunggunya berjam-jam di hadapan alat kamera benda merah ini
menunggunya berjam-jam melawan kantuk dengan menggenggam telepon genggamku
atau ...
menunggunya di tengah rintik hujan kala menginjakan kaki diatas rel kereta api ...

apakah kamu tahu rasanya ?
merindukannya setiap saat ... memikirkannya setiap hari
taukah kamu?
saat aku sulit untuk beranjak ke dalam mimpiku , hal yang membuatku tertidur adalah suaranya
saat aku marah , hal yang membuatku tenang adalah kata-kata tulusnya
saat aku sedih , hal yang membuatku tersenyum adalah pernyataan cintanya

dari segi mana , hanya dia yang bisa menarik perhatianku?
dari gerakan cuek tubuhnya ?
dari langkah tegap nya?
dari badan kekarnya ?
dari raut muka lembutnya setiap bertemu denganku?
dari senyum manisnya setiap aku tersenyum ?
dari pandangan mata yang lembut saat ku menatapnya?
ataukah dari lesung pipi yang merekah setiap aku bersama dengannya?
entahlah ...

aku hanya tahu satu hal ..
bahwa aku mencintainya dan dia mencintaiku
bahwa jarak ini menantangku untuk mempertaruhkan kerinduanku
bahwa aku tak ingin lagi membuatnya sedih
bahwa dia telah mengajarkan padaku hebatnya bertahan dengan cinta

sekarang biarkanlah aku meminta satu hal ...
tetap lah mencintaiku , sesulit apapun itu
aku tahu kita bisa , kamu dan aku itu kuat
tetaplah menegurku jika aku salah
tetaplah memelukku jika aku rapuh
tetaplah menungguku disana
tetaplah menyelipkan "I LOVE YOU, chan" ditengah obrolan kita

mungkin aku terlalu banyak membuat kesalahan
mungkin aku juga terlalu sering memaksakan kehendak
aku hanya bisa meminta maaf dan mengulanginya lagi
sedangkan kamu tetap setia dan mengatakan pada semua orang , "dia itu sempurna , dia kekasihku yang sempurna . aku menyayanginya"
untuk semua luka yang pernah ada aku meminta maaf
untuk semua kesetiaan yang selalu ada aku berterimakasih

terimakasih telah mencintaiku sebesar ini ...
terimakasih telah menjadi pangeran di negri dongengku ...
dan karena ini dongeng cintaku ,
biarkanlah menjadi "happily ever after" pada akhirnya :)

Thursday, June 6, 2013

not an ordinary [IV]

"hey,anak baru yaa?"
 aku menyibakkan rambut yang menutupi mataku dan melihatnya sekilas
"iya" , jawabku dengan singkat . sangat singkat
"dari mana?" ,  tanyanya pernasaran
"bogor" , jawabku dingin (lagi)
"bisa bahasa jawa?" , tanyanya . yang aku kira yah dia pasti mau ngerjain aku
"ngerti", jawabku sambil berpaling kembali ke kertas jawabanku
dan dering bel pergantian pelajaran berdering . aku mulai merapikan bukuku dan beranjak berdiri untuk kembali ke kelasku yang berada di lantai 2 . sejenak kupikir apa salah nya untuk mencoba ramah ?
"duluan ya", sapaku singkat dengan melihat kearahnya
"oh iya iya " ,, jawab nya ramah
sesaat aku langsung ngacir keluar ke tempat yang buatku lebih nyaman karena aku kurang suka berada di keramaian. namun,
"judes banget" , ternyata seorang cewek mengomentariku . pengen sih aku bales dengan kesewotanku yang katanya melebihi ratu manapun , tapi ...
"itu baru namanya cewek" , ku dengar suara bass itu lagi .. iya , dia membelaku ..
dengan tersenyum kecil aku kembali ke kelasku .. sepertinya dia baik tapi dengan wajah tampannya aku berasumsi pasti dia playboy atau minimal sudah punya pacar .. setidaknya begitu pikirku sampai saat aku mematahkan hatinya ... dengan brengseknya ~

*
"kenapa kamu lebih memilih dia dari pada siapa itu yang anak sos 5 yang kamu ceritain berulang-ulang sampai aku bosan?" , tanya lena bingung atau sewot entah aku tak mengerti
"aku nyaman kok " jawabku singkat
"jelasin sama aku di bagian mananya kamu nyaman sama dia . dan bagian apa kamu gasuka sama si yang kau panggil kakek itu?" , lena memberondongku dengan berbagai pertanyaan ... dan bagi telinga ku itu merupakan suatu pernyataan.
"nanyaaa mulu sumpah uda kayak wartawan . yang penting kan sekarang aku uda jadian sama dia yaudah kan susah amat sih." jawabku kesal
"terakhir deh ... kapan sih kamu bisa jawab pertanyaan - pertanyaan ku itu ? ada po kamu ada jawab salah satu aja pertanyaanku ? dan dengan lugas , nggak kamu puter-puterin kayak gitu . bukannya orang pacaran tu pengennya selalu bareng . nah kamu malah kekeuh bawa motor sendiri , sibuk sendiri , nggak ada waktu buat pacar kamu . kalo kamu lagi mainin perasaanmu sendiri, mending stop sekarang deh daripada telat . aku bisa ngomong gini karena aku liat kamu sebenarnya yang ada di mata kamu itu siapa. apa sih susahnya bilang kalo kamu itu memang sayang sama 'kakek' itu ?" , lena menjelaskan panjang kali lebar
"gue ..."  aku kaget , tak siap dengan serangan telak pada otakku yang beku ini
"aku saranin kamu pikir lagi deh . perasaan kamu sebenarnya gimana . dan lagipula ... apa kamu nggak mikirin perasaannya si kakek itu? udah ya aku pulang dulu . sampai ketemu besok" lanjutnya sambil ngacir pulang 
sambil memakai helm aku berpikir keras .. apakah yang lena katakan itu bener? karena jika yang dia katakan itu lelucon , aku nggak ngerti dimana letak kelucuannya ...

*
mimpi itu tajam dan berulang ... dia , muncul terus menerus berkata jangan tinggalkannya seperti ini . dia , muncul berulang di setiap tarikan napas ku . dia muncul di setiap pojok pikiran ku . dia , setia , menantikanku yang terus berulang membuatnya kecewa dengan ketidak acuhan ku .dia , yang setia menungguku turun dari kelas . dia yang setia menungguku pulang latihan . dia yang setia dengan senyum manisnya . dia yang bisa membuatku ikut tersenyum .  

aku terbangun dari mimpi yang menjeratku seminggu ini .. mimpi yang sama , dengan wajah yang sama . apakah ini juga salah satu lelucon kosmik yang dibuat khusus untukku ? karena jika iya aku akan tertawa sepuas mungkin .. atau ini sebenarnya sebuah pesan , dari "dia" untukku ? karena jika iya , aku akan tertawa , bersamanya , pada akhirnya ...


Wednesday, May 22, 2013

have you ever ?

pernah kah kamu berpikir aku dan kamu tidak akan bertemu lagi?
pernah kah kamu berpikir aku akan menggenggam tanganmu untuk yang terakhir?
aku memikirkannya setiap kamu mengantarku ke stasiun ...
aku memikirkannya setiap aku memelukmu ...
aku memikirkannya setiap aku menggandengmu ...
aku memikirkannya setiap aku mendengar detak jantungmu ...
aku memikirkannya setiap aku melihat senyummu ...

katakan sesuka kalian ..
katakan kalau aku egois , aku hanya mennginginkannya untuk diriku sendiri
katakan aku keras kepala , aku tak akan membaginya untuk siapapun
katakan aku childish , aku hanya memperbolehkannya melihat dan menggenggamku

tapi aku tak ingin kehilangannya untuk yang kesekian kali
aku tak ingin mengulangi kebodohanku untuk kesekian kalinya
aku tak ingin membuatnya sedih dan mematahkan hatinya lagi

katakan aku terlalu menggenggamnya karena memang iya
katakan aku terlalu takut untuk kehilangannya karena itu memang benar

apa salahnya jika aku takut untuk kehilangan orang yang sangat aku sayangi?
apalagi sekarang saat aku sadar bahwa tidak ada yang sebaik dirinya?
sekarang ketika aku sadar bahwa banyak yang hanya berpura-pura dan hanya dia yang nyata?
sekarang ketika aku sadar bahwa aku tak butuh banyak kata-kata namun tindakan,
dan hanya dia yang bisa begitu 

katakan aku terlalu menutup mata kepada yang lain karena itu memang benar
katakan aku terlalu kejam memandang yang lain buruk dan hanya dia yang baik karena memang dia yang terbaik untukku
katakan aku terlalu munafik untuk tidak melihat kebaikan dari orang lain meskipun itu palsu karena aku mengerti yang sebenarnya

maafkan aku kasih yang selalu membuatmu bingung ,
maafkan aku yang terlalu bersandar kepadamu karena kamu yang membuatku kuat,
bukan ... cintamu yang membuatku kuat ...

maafkanlah aku sayang karena aku terlalu takut untuk kehilanganmu
karena bumi terus berputar tetapi kamu tetap porosku
karena jarak ini menyiksaku dan aku tak ingin lebih menjauhkanmu dariku ...

Monday, April 22, 2013

SUPPOSE

entah mengapa musik selalu membuatku merasa lebih baik ...
terkadang aku merasa bahwa aku memiliki teman yang memiliki pengalaman yang sama
aku dan musik memiliki satu hal yang memiliki satu kekuatan , "ignored the world"

namun ada saja yang membuatku larut dalam musik , yaitu lirik yang terdengar 
seakan mengejekku karena apa yang aku rasakan sekarang ini
aku tak tahu sejak kapan aku merasakan ini 
tapi yang jelas , kamu telah menjadi kebiasaanku sama dengan musik yang selalu menemani hari hariku

tapi sampai kapan sih kamu bakal peduli ?
sampai kapan pula kamu akan menyadari kalo saja aku , seperti musik yang sudah tidak dapat didengarkan karena sudah tidak pas
bukankah dulu kamu mendengarkan lagu anak-anak dan sekarang sudah tidak mendengarnya?

dari kamu aku belajar , bagaimana menyikapi dan mendewasakan perasaanku
aku tahu bahwa nggak selamanya apa yang aku inginkan pasti akan dalam genggamanku
dari kamu aku paham , bagaimana menjaga kebiasaan tetap menjadi kebiasaan
tapi bukankah jika kamu terbiasa untuk tidak terbiasa maka lama kelamaan kebiasaan itu akan hilang?

akankah aku hilang? apakah aku sepenting itu untukmu?
karena aku merasa hampa jika tidak melihatmu , aku tidak bisa untuk tidak menjadikanmu kebiasaanku
aku hanya ingin melihat senyumu , meskipun itu bukan untukku
karena aku sadar , i'm not worthy to held you in my arms

dan apakah sekarang waktunya untuk memasang headset ku kembali dan mulai untuk tidak memperdulikan sekitarku ? ... dan kamu ?

Sunday, January 13, 2013

not an ordinary [III]

aku tetap saja tidak bisa lari dari kenyataan . bahkan rasa kantukku tak dapat menyeretku masuk ke dalam mimpi yang kurindukan ...


 *

"gue capek ree . gue pengen tidur ." 
"yaudah rie , tidur sana" , suara berat itu menanggapiku dari ujung sana
 "ya lo tau sendiri kan gue mana bisa tidur . kalo gue bisa tidur, ngapain gue telpon lo . kalo lo ga mau nemenin gue yaudah deh tutup aja telponnya." ,jawabku ketus
 "etdah lo tuh marah-marah mulu . kapan lo yang dulu balik? gue kangen suara ketawa lo tau gue kangen cerita-cerita konyol lo kangen bercandaan lo." , suara itu halus , memohon
"tau ah gue males bahas itu "  
klik . telepon kumatikan .
memang agak kejam sepertinya . tapi ditengah kekalutan aku tak perduli
hey, sejak kapan aku mulai tak perduli dengan sahabatku itu ?
aku mulai memikirkannya ... maafkan aku sobat bukan maksudku untuk berbuat kasar denganmu

*1 new message*

from : ree
bukan maksud gw buat nyinggung lo.gw tau lo knp gni.tpi seenggaknya cobalah buat bka dri lo lg kyk yg gw knal dulu.
always miss your laugh,ree.

selesai membacanya aku tau dan aku paham setidaknya nggak hanya aku yang merindukan suara tawaku sendiri
tapi entah kenapa sepertinya hatiku tetap dingin.jauh di dalam sana aku butuh kehangatan
batinku merindukan kehangatan perilakuku (mungkin)

setiap orang memang punya alasan menjadi apa yang mereka tampilkan sekarang
apa yang membentuk mereka sekarang entah positif maupun negatif
dan mungkin aku akan memejamkan mata ku sejenak dan memikirkan kata-kata sahabatku itu
kalau aku merindukan aku yang dulu,bagaimana dengan orang-orang terdekatku?
masa hanya karena aku terhempas jatuh aku tak bisa bangkit berdiri lagi?
aku harus mencoba untuk berdiri lagi...bagaimanapun caranya

* compose new message *
to : ree
i will be what i used to be . just be by my side and make sure i'm in a right paths. miss you more . gnight

dan dengan itu, aku jatuh ke dalam kehampaan  ...



*
paginya aku disambut dengan deringan alarm yang dengan membabi butanya berdering dengan volume penuh 
damn,baru aja gue ngerasain tidur udah pagi aja.alarm sialan!
 aku merutuk dalam hati . matahari udah tinggi dan aku liat jam di hp 
... 6.10 ...
"kampret , gue telat", aku terburu-buru turun dari tempat tidur dan bersiap ke sekolah
 tanpa butuh waktu yang lama, aku telah siap ke sekolah . biarin deh telat yang penting aku masuk ,begitulah pikirku 
dan mmungkin hari itu hari sial buatku karena hp ketinggalan dan aku nggak bawa ipod 
mampuslah kedua temen baikku itu nggak bisa menemaniku hari ini,okelah sip keren banget

terkadang aku berpikir , musik selalu bisa menenangkan ku
bahkan terkadang lirik yang kudengar bisa membangkitkan semangatku atau paling nggak aku merasa aku nggak sendirian
nggak ada yang pengen sendirian kan?
karena selalu,dimanapun aku berada selalu terkesan aku sendirian
di dunia yang berat ini, anak kecilpun dituntut untuk mandiri
tetapi mandiri, bukan berarti menjadi sendirian kan?

*
"rie,kamu belom mengikuti ulangan sejarah ya?" ,tanya guru sejarah
"belom,pak" , jawab ku ... "yaiyalah gue baru masuk juga pak" ,kataku sewot . dalam hati tentunya
"yasudah kamu bisa mengikuti susulan. di perpustakaan bersama dua temanmu yang lain", lanjutnya
"lah pak saya nggak tau materinya apaan" ,jawabku
"ya seharusnya anda belajar dari buku itu ada semua kok",jawabnya enteng
"yakali pak mana gue ngerti", aku merutuk dalam hati "iye deh" , jawabku sekenanya
dan secepat hembusan angin , secepat itulah si bapak guru tercinta membuatku not-really-in-mood
aku mengambil kertas dan tempat pensilku serta folio yang ada di mapku dan segera bergabung dengan kedua teman sekelasku yang belom ikut ulangan juga.

bisa ditebak,aku tak dapat mengerjakan satu soal pun menurut teori, aku hanya mengira-ira saja jawabannya menurut instingku
dan yang lebih membuatku tak nyaman adalah kedatangan kelas ips 5, yah yang namanya ips  pastilah ribut sana sini
tapi bukan itu juga yang membuatku tak nyaman
tatapan penasaran yang membanjiriku sebagai "murid baru" membuatku risih
yah satu lagi alasan mengapa aku tak suka perubahan terutama dalam hidupku
belum lagi tampang yang yaah bisa dibilang nggak terlalu bersahabat , sikapku yang dingin membuat semuanya memperhatikanku
membuatku semakin mematung dan jadi tidak bisa berpikir
tapi aku terus menunduk sampai ada suara tenor yang menyapaku dari sebrang meja,
dia memperhatikanku lekat dan kubalas dengan ,yah tatapan dingin seperti yang lainnya
tetapi ada kilatan di dalam matanya yang membuatku tak berkedip
membuatku terkunci di dalam pandangannya
membuatku mendongakan wajahku yang biasanya bertampang dingin menjadi melembut (sedikit)
 dan satu kalimat darinya menyadarkanku dari lamunanku,
"hey,anak baru yaa?"


 

The other way

Pojok kamar menjadi temanku (lagi)
Aku berpikir akan betapa lemahnya aku menanggapi masalah percintaan, yang kerap kali mencuat di hadapanku

Aku mulai mencari tahu tentang kebenaran
Mulai menggapai ke-rasional-an pikiranku untuk menyelesaikannya

Apakah aku yang terlalu lemah sehingga aku bergantung kuat kepadanya?
Jawabannya adalah tidak . Aku tidak lemah
Aku kuat. Aku kuat untuk bertahan sejauh ini, sebagaimana perlakuan cinta terhadapku
Aku terlalu kuat untuk menyadari bahwa aku mentolerir semua kesalahan cinta dan mengalihkannya kepadaku

Aku cukup kuat untuk bertahan sejauh ini dengan cinta. Buat apa aku menyerah sekarang?
Aku cukup kuat untuk memaafkan dan melupakan hal-hal yang cinta lakukan untuk menyakitiku
Sengaja ataupun tidak
Aku selalu menemukan caraku untuk membuat diriku sendiri kuat, untuk menghadapi cinta

Aku cukup kuat untuk memahami ketidakmampuan cinta untuk mengerti tentang hatiku
Dan akupun cukup kuat untuk bersabar menjalani semua tentang cinta

Untuk apa aku menyerah?
Tetapi aku menyadari,cinta bukan hanya untuk satu orang tetapi dua
Aku menyadari jika hanya aku yang mencoba , cinta akan menjadi sia-sia
Namun ketika aku menuntut cinta untuk mengertiku,apa yang aku dapat?

Karena cinta tak dapat dituntut,
Cinta mengalir dalam aliran darah secara alami yang membuatku bernafas,
Membuatku dapat menemukan arti untukku bertahan sejauh aku bisa

Karena cinta itu mengasihi,cinta itu murah hati,dan cinta itu tidak sombong
Aku memahami jika cinta sekarang tak memihakku
Aku bisa mengerti jika cinta mampu membuatku lemah
Tetapi aku tak dapat mengerti sejauh mana cinta akan berperan ke dalamku,

Sekarang aku hanya bisa menunggu,sampai kapan cinta akan membuatku kuat dan lemah secara bersamaan . Karena, itulah cinta, kan? :)