Aku seakan tak ingin bangkit dari tempat tidur yang menahanku ini
Tapi aku harus bangun,aku harus memulai hari yang baru ini dengan kegiatanku yang baru di tempat yang baru ...
*
"hey,gue rie . Nice to see you all"
Aku tak suka perubahan . Dari dulu aku berharap semuanya berjalan seperti ini saja. Tapi semua berubah dan seakan kebahagiaanku direnggut
Tapi ya sudahlah , lagipula aku juga merasa aku berubah. Masalah yang menerpaku menempaku menjadi lebih kaku dan dingin
*
melepas topeng kaku-ku untuk sedetik , bersenang-senang dengan olahragaku ini sejenak
melatih kesabaranku dengan memonitor atlit-atlit cilik ini
menyibukkan pikiranku dari rasa sakit di benakku yang terus mendera
menghempaskanku ke dalam pinggiran kejernihan hati
yang yaaaaah kuakui aku rindukan itu , bukan dari orang lain tetapi dari ku sendiri
memang mungkin benar,semua yang telah dilalui seseorang membentuk orang itu dikemudian hari
yah, secara nggak langsung aku sadar , nggak ada manusia yang dilahirkan baik atau jahat
semua diciptakan sesuai dengan gambaran-Nya.
yang menentukan sifat manusia adalah orang itu sendiri, dan terutama lingkungan yang ada disekitarnya
jadi,bukan salahku kan kalau aku menjadi sekaku ini dan sedingin ini?
tapi masa iya,aku harus menyalahkan lingkungan?menyalahkan pengalaman yang aku alami?
padahal,bukannya semua itu dar aku sendiri bagaimana aku harus bersikap?
bagaimana aku bisa menjadi dewasa jikalau begini saja aku sudah menyerah?
"RIE!"okay,bentakan dari papa menyadarkanku.saatnya untuk pergi , pulang dan menutup mata untuk seluruh hari ini
aku hanya berharap, besok menjadi hari yang lebih baik dari hari ini
dan aku berharap,aku dapat mencairkan rasa kaku dan dinginku ini segera
karena , rasa ini mulai membekukanku
membuatku tak dapat merasakan hal-hal hangat yang biasa ku rasakan
sesegera aku mencapai kamar tidurku,sesegera itu pula aku menutup mata
aku berharap aku bisa larut dalam mimpi,yang setidaknya lebih baik daripada kenyataan yang kuhadapi
namun,kenyataannya salah,
aku tetap saja tidak bisa lari dari kenyataan . bahkan rasa kantukku tak dapat menyeretku masuk ke dalam mimpi yang kurindukan ...