aku tetap saja tidak bisa lari dari kenyataan . bahkan rasa kantukku tak dapat menyeretku masuk ke dalam mimpi yang kurindukan ...
"gue capek ree . gue pengen tidur ."
"yaudah rie , tidur sana" , suara berat itu menanggapiku dari ujung sana
"ya lo tau sendiri kan gue mana bisa tidur . kalo gue bisa tidur, ngapain gue telpon lo . kalo lo ga mau nemenin gue yaudah deh tutup aja telponnya." ,jawabku ketus
"etdah lo tuh marah-marah mulu . kapan lo yang dulu balik? gue kangen suara ketawa lo tau gue kangen cerita-cerita konyol lo kangen bercandaan lo." , suara itu halus , memohon
"tau ah gue males bahas itu "
klik . telepon kumatikan .memang agak kejam sepertinya . tapi ditengah kekalutan aku tak perduli
hey, sejak kapan aku mulai tak perduli dengan sahabatku itu ?
aku mulai memikirkannya ... maafkan aku sobat bukan maksudku untuk berbuat kasar denganmu
from : ree
bukan maksud gw buat nyinggung lo.gw tau lo knp gni.tpi seenggaknya cobalah buat bka dri lo lg kyk yg gw knal dulu.
always miss your laugh,ree.
selesai membacanya aku tau dan aku paham setidaknya nggak hanya aku yang merindukan suara tawaku sendiri
tapi entah kenapa sepertinya hatiku tetap dingin.jauh di dalam sana aku butuh kehangatan
batinku merindukan kehangatan perilakuku (mungkin)
setiap orang memang punya alasan menjadi apa yang mereka tampilkan sekarang
apa yang membentuk mereka sekarang entah positif maupun negatif
dan mungkin aku akan memejamkan mata ku sejenak dan memikirkan kata-kata sahabatku itu
kalau aku merindukan aku yang dulu,bagaimana dengan orang-orang terdekatku?
masa hanya karena aku terhempas jatuh aku tak bisa bangkit berdiri lagi?
aku harus mencoba untuk berdiri lagi...bagaimanapun caranya
to : ree
i will be what i used to be . just be by my side and make sure i'm in a right paths. miss you more . gnight
dan dengan itu, aku jatuh ke dalam kehampaan ...
damn,baru aja gue ngerasain tidur udah pagi aja.alarm sialan!
"kampret , gue telat", aku terburu-buru turun dari tempat tidur dan bersiap ke sekolah
"rie,kamu belom mengikuti ulangan sejarah ya?" ,tanya guru sejarah
"belom,pak" , jawab ku ... "yaiyalah gue baru masuk juga pak" ,kataku sewot . dalam hati tentunya
"yasudah kamu bisa mengikuti susulan. di perpustakaan bersama dua temanmu yang lain", lanjutnya
"lah pak saya nggak tau materinya apaan" ,jawabku
"ya seharusnya anda belajar dari buku itu ada semua kok",jawabnya enteng
"yakali pak mana gue ngerti", aku merutuk dalam hati "iye deh" , jawabku sekenanyadan secepat hembusan angin , secepat itulah si bapak guru tercinta membuatku not-really-in-mood
aku mengambil kertas dan tempat pensilku serta folio yang ada di mapku dan segera bergabung dengan kedua teman sekelasku yang belom ikut ulangan juga.
bisa ditebak,aku tak dapat mengerjakan satu soal pun menurut teori, aku hanya mengira-ira saja jawabannya menurut instingku
dan yang lebih membuatku tak nyaman adalah kedatangan kelas ips 5, yah yang namanya ips pastilah ribut sana sini
tapi bukan itu juga yang membuatku tak nyaman
tatapan penasaran yang membanjiriku sebagai "murid baru" membuatku risih
yah satu lagi alasan mengapa aku tak suka perubahan terutama dalam hidupkubelum lagi tampang yang yaah bisa dibilang nggak terlalu bersahabat , sikapku yang dingin membuat semuanya memperhatikanku
membuatku semakin mematung dan jadi tidak bisa berpikir
tapi aku terus menunduk sampai ada suara tenor yang menyapaku dari sebrang meja,
dia memperhatikanku lekat dan kubalas dengan ,yah tatapan dingin seperti yang lainnya
tetapi ada kilatan di dalam matanya yang membuatku tak berkedip
membuatku terkunci di dalam pandangannya
membuatku mendongakan wajahku yang biasanya bertampang dingin menjadi melembut (sedikit)
dan satu kalimat darinya menyadarkanku dari lamunanku,
"hey,anak baru yaa?"