Sunday, January 13, 2013

not an ordinary [III]

aku tetap saja tidak bisa lari dari kenyataan . bahkan rasa kantukku tak dapat menyeretku masuk ke dalam mimpi yang kurindukan ...


 *

"gue capek ree . gue pengen tidur ." 
"yaudah rie , tidur sana" , suara berat itu menanggapiku dari ujung sana
 "ya lo tau sendiri kan gue mana bisa tidur . kalo gue bisa tidur, ngapain gue telpon lo . kalo lo ga mau nemenin gue yaudah deh tutup aja telponnya." ,jawabku ketus
 "etdah lo tuh marah-marah mulu . kapan lo yang dulu balik? gue kangen suara ketawa lo tau gue kangen cerita-cerita konyol lo kangen bercandaan lo." , suara itu halus , memohon
"tau ah gue males bahas itu "  
klik . telepon kumatikan .
memang agak kejam sepertinya . tapi ditengah kekalutan aku tak perduli
hey, sejak kapan aku mulai tak perduli dengan sahabatku itu ?
aku mulai memikirkannya ... maafkan aku sobat bukan maksudku untuk berbuat kasar denganmu

*1 new message*

from : ree
bukan maksud gw buat nyinggung lo.gw tau lo knp gni.tpi seenggaknya cobalah buat bka dri lo lg kyk yg gw knal dulu.
always miss your laugh,ree.

selesai membacanya aku tau dan aku paham setidaknya nggak hanya aku yang merindukan suara tawaku sendiri
tapi entah kenapa sepertinya hatiku tetap dingin.jauh di dalam sana aku butuh kehangatan
batinku merindukan kehangatan perilakuku (mungkin)

setiap orang memang punya alasan menjadi apa yang mereka tampilkan sekarang
apa yang membentuk mereka sekarang entah positif maupun negatif
dan mungkin aku akan memejamkan mata ku sejenak dan memikirkan kata-kata sahabatku itu
kalau aku merindukan aku yang dulu,bagaimana dengan orang-orang terdekatku?
masa hanya karena aku terhempas jatuh aku tak bisa bangkit berdiri lagi?
aku harus mencoba untuk berdiri lagi...bagaimanapun caranya

* compose new message *
to : ree
i will be what i used to be . just be by my side and make sure i'm in a right paths. miss you more . gnight

dan dengan itu, aku jatuh ke dalam kehampaan  ...



*
paginya aku disambut dengan deringan alarm yang dengan membabi butanya berdering dengan volume penuh 
damn,baru aja gue ngerasain tidur udah pagi aja.alarm sialan!
 aku merutuk dalam hati . matahari udah tinggi dan aku liat jam di hp 
... 6.10 ...
"kampret , gue telat", aku terburu-buru turun dari tempat tidur dan bersiap ke sekolah
 tanpa butuh waktu yang lama, aku telah siap ke sekolah . biarin deh telat yang penting aku masuk ,begitulah pikirku 
dan mmungkin hari itu hari sial buatku karena hp ketinggalan dan aku nggak bawa ipod 
mampuslah kedua temen baikku itu nggak bisa menemaniku hari ini,okelah sip keren banget

terkadang aku berpikir , musik selalu bisa menenangkan ku
bahkan terkadang lirik yang kudengar bisa membangkitkan semangatku atau paling nggak aku merasa aku nggak sendirian
nggak ada yang pengen sendirian kan?
karena selalu,dimanapun aku berada selalu terkesan aku sendirian
di dunia yang berat ini, anak kecilpun dituntut untuk mandiri
tetapi mandiri, bukan berarti menjadi sendirian kan?

*
"rie,kamu belom mengikuti ulangan sejarah ya?" ,tanya guru sejarah
"belom,pak" , jawab ku ... "yaiyalah gue baru masuk juga pak" ,kataku sewot . dalam hati tentunya
"yasudah kamu bisa mengikuti susulan. di perpustakaan bersama dua temanmu yang lain", lanjutnya
"lah pak saya nggak tau materinya apaan" ,jawabku
"ya seharusnya anda belajar dari buku itu ada semua kok",jawabnya enteng
"yakali pak mana gue ngerti", aku merutuk dalam hati "iye deh" , jawabku sekenanya
dan secepat hembusan angin , secepat itulah si bapak guru tercinta membuatku not-really-in-mood
aku mengambil kertas dan tempat pensilku serta folio yang ada di mapku dan segera bergabung dengan kedua teman sekelasku yang belom ikut ulangan juga.

bisa ditebak,aku tak dapat mengerjakan satu soal pun menurut teori, aku hanya mengira-ira saja jawabannya menurut instingku
dan yang lebih membuatku tak nyaman adalah kedatangan kelas ips 5, yah yang namanya ips  pastilah ribut sana sini
tapi bukan itu juga yang membuatku tak nyaman
tatapan penasaran yang membanjiriku sebagai "murid baru" membuatku risih
yah satu lagi alasan mengapa aku tak suka perubahan terutama dalam hidupku
belum lagi tampang yang yaah bisa dibilang nggak terlalu bersahabat , sikapku yang dingin membuat semuanya memperhatikanku
membuatku semakin mematung dan jadi tidak bisa berpikir
tapi aku terus menunduk sampai ada suara tenor yang menyapaku dari sebrang meja,
dia memperhatikanku lekat dan kubalas dengan ,yah tatapan dingin seperti yang lainnya
tetapi ada kilatan di dalam matanya yang membuatku tak berkedip
membuatku terkunci di dalam pandangannya
membuatku mendongakan wajahku yang biasanya bertampang dingin menjadi melembut (sedikit)
 dan satu kalimat darinya menyadarkanku dari lamunanku,
"hey,anak baru yaa?"


 

The other way

Pojok kamar menjadi temanku (lagi)
Aku berpikir akan betapa lemahnya aku menanggapi masalah percintaan, yang kerap kali mencuat di hadapanku

Aku mulai mencari tahu tentang kebenaran
Mulai menggapai ke-rasional-an pikiranku untuk menyelesaikannya

Apakah aku yang terlalu lemah sehingga aku bergantung kuat kepadanya?
Jawabannya adalah tidak . Aku tidak lemah
Aku kuat. Aku kuat untuk bertahan sejauh ini, sebagaimana perlakuan cinta terhadapku
Aku terlalu kuat untuk menyadari bahwa aku mentolerir semua kesalahan cinta dan mengalihkannya kepadaku

Aku cukup kuat untuk bertahan sejauh ini dengan cinta. Buat apa aku menyerah sekarang?
Aku cukup kuat untuk memaafkan dan melupakan hal-hal yang cinta lakukan untuk menyakitiku
Sengaja ataupun tidak
Aku selalu menemukan caraku untuk membuat diriku sendiri kuat, untuk menghadapi cinta

Aku cukup kuat untuk memahami ketidakmampuan cinta untuk mengerti tentang hatiku
Dan akupun cukup kuat untuk bersabar menjalani semua tentang cinta

Untuk apa aku menyerah?
Tetapi aku menyadari,cinta bukan hanya untuk satu orang tetapi dua
Aku menyadari jika hanya aku yang mencoba , cinta akan menjadi sia-sia
Namun ketika aku menuntut cinta untuk mengertiku,apa yang aku dapat?

Karena cinta tak dapat dituntut,
Cinta mengalir dalam aliran darah secara alami yang membuatku bernafas,
Membuatku dapat menemukan arti untukku bertahan sejauh aku bisa

Karena cinta itu mengasihi,cinta itu murah hati,dan cinta itu tidak sombong
Aku memahami jika cinta sekarang tak memihakku
Aku bisa mengerti jika cinta mampu membuatku lemah
Tetapi aku tak dapat mengerti sejauh mana cinta akan berperan ke dalamku,

Sekarang aku hanya bisa menunggu,sampai kapan cinta akan membuatku kuat dan lemah secara bersamaan . Karena, itulah cinta, kan? :)