"hey,anak baru yaa?"aku menyibakkan rambut yang menutupi mataku dan melihatnya sekilas
"iya" , jawabku dengan singkat . sangat singkat
"dari mana?" , tanyanya pernasaran
"bogor" , jawabku dingin (lagi)
"bisa bahasa jawa?" , tanyanya . yang aku kira yah dia pasti mau ngerjain aku
"ngerti", jawabku sambil berpaling kembali ke kertas jawabankudan dering bel pergantian pelajaran berdering . aku mulai merapikan bukuku dan beranjak berdiri untuk kembali ke kelasku yang berada di lantai 2 . sejenak kupikir apa salah nya untuk mencoba ramah ?
"duluan ya", sapaku singkat dengan melihat kearahnya
"oh iya iya " ,, jawab nya ramahsesaat aku langsung ngacir keluar ke tempat yang buatku lebih nyaman karena aku kurang suka berada di keramaian. namun,
"judes banget" , ternyata seorang cewek mengomentariku . pengen sih aku bales dengan kesewotanku yang katanya melebihi ratu manapun , tapi ...
"itu baru namanya cewek" , ku dengar suara bass itu lagi .. iya , dia membelaku ..dengan tersenyum kecil aku kembali ke kelasku .. sepertinya dia baik tapi dengan wajah tampannya aku berasumsi pasti dia playboy atau minimal sudah punya pacar .. setidaknya begitu pikirku sampai saat aku mematahkan hatinya ... dengan brengseknya ~
*
"kenapa kamu lebih memilih dia dari pada siapa itu yang anak sos 5 yang kamu ceritain berulang-ulang sampai aku bosan?" , tanya lena bingung atau sewot entah aku tak mengerti
"aku nyaman kok " jawabku singkat
"jelasin sama aku di bagian mananya kamu nyaman sama dia . dan bagian apa kamu gasuka sama si yang kau panggil kakek itu?" , lena memberondongku dengan berbagai pertanyaan ... dan bagi telinga ku itu merupakan suatu pernyataan.
"nanyaaa mulu sumpah uda kayak wartawan . yang penting kan sekarang aku uda jadian sama dia yaudah kan susah amat sih." jawabku kesal
"terakhir deh ... kapan sih kamu bisa jawab pertanyaan - pertanyaan ku itu ? ada po kamu ada jawab salah satu aja pertanyaanku ? dan dengan lugas , nggak kamu puter-puterin kayak gitu . bukannya orang pacaran tu pengennya selalu bareng . nah kamu malah kekeuh bawa motor sendiri , sibuk sendiri , nggak ada waktu buat pacar kamu . kalo kamu lagi mainin perasaanmu sendiri, mending stop sekarang deh daripada telat . aku bisa ngomong gini karena aku liat kamu sebenarnya yang ada di mata kamu itu siapa. apa sih susahnya bilang kalo kamu itu memang sayang sama 'kakek' itu ?" , lena menjelaskan panjang kali lebar
"gue ..." aku kaget , tak siap dengan serangan telak pada otakku yang beku ini
"aku saranin kamu pikir lagi deh . perasaan kamu sebenarnya gimana . dan lagipula ... apa kamu nggak mikirin perasaannya si kakek itu? udah ya aku pulang dulu . sampai ketemu besok" lanjutnya sambil ngacir pulangsambil memakai helm aku berpikir keras .. apakah yang lena katakan itu bener? karena jika yang dia katakan itu lelucon , aku nggak ngerti dimana letak kelucuannya ...
*
mimpi itu tajam dan berulang ... dia , muncul terus menerus berkata jangan tinggalkannya seperti ini . dia , muncul berulang di setiap tarikan napas ku . dia muncul di setiap pojok pikiran ku . dia , setia , menantikanku yang terus berulang membuatnya kecewa dengan ketidak acuhan ku .dia , yang setia menungguku turun dari kelas . dia yang setia menungguku pulang latihan . dia yang setia dengan senyum manisnya . dia yang bisa membuatku ikut tersenyum .