Wednesday, June 19, 2013

jarak ...

aku merasa .. dia hidup di dalam keseharianku
bagaimana aku tak bisa jauh dari pikiran tentangnya
bagaimana aku selalu berusaha menyempatkan waktuku untuknya
bagaimana aku menempatkannya di sela-sela kesibukan yang tak pernah dia ketahui sebelumnya

apakah dia tahu?
dia ada di pejaman pertama mataku saat malam datang
aku ingin menjadi yang pertama untuk mengucapkannya "selamat pagi"
aku ingin membuatnya tersenyum , entah dengan apa caranya ..
berjalan dari tempatku berteduh , berjumpa dengan teriknya matahari
beranjak dari kasurku yang hangat , bertemu dengan hujan deras
menunggunya berjam-jam di hadapan alat kamera benda merah ini
menunggunya berjam-jam melawan kantuk dengan menggenggam telepon genggamku
atau ...
menunggunya di tengah rintik hujan kala menginjakan kaki diatas rel kereta api ...

apakah kamu tahu rasanya ?
merindukannya setiap saat ... memikirkannya setiap hari
taukah kamu?
saat aku sulit untuk beranjak ke dalam mimpiku , hal yang membuatku tertidur adalah suaranya
saat aku marah , hal yang membuatku tenang adalah kata-kata tulusnya
saat aku sedih , hal yang membuatku tersenyum adalah pernyataan cintanya

dari segi mana , hanya dia yang bisa menarik perhatianku?
dari gerakan cuek tubuhnya ?
dari langkah tegap nya?
dari badan kekarnya ?
dari raut muka lembutnya setiap bertemu denganku?
dari senyum manisnya setiap aku tersenyum ?
dari pandangan mata yang lembut saat ku menatapnya?
ataukah dari lesung pipi yang merekah setiap aku bersama dengannya?
entahlah ...

aku hanya tahu satu hal ..
bahwa aku mencintainya dan dia mencintaiku
bahwa jarak ini menantangku untuk mempertaruhkan kerinduanku
bahwa aku tak ingin lagi membuatnya sedih
bahwa dia telah mengajarkan padaku hebatnya bertahan dengan cinta

sekarang biarkanlah aku meminta satu hal ...
tetap lah mencintaiku , sesulit apapun itu
aku tahu kita bisa , kamu dan aku itu kuat
tetaplah menegurku jika aku salah
tetaplah memelukku jika aku rapuh
tetaplah menungguku disana
tetaplah menyelipkan "I LOVE YOU, chan" ditengah obrolan kita

mungkin aku terlalu banyak membuat kesalahan
mungkin aku juga terlalu sering memaksakan kehendak
aku hanya bisa meminta maaf dan mengulanginya lagi
sedangkan kamu tetap setia dan mengatakan pada semua orang , "dia itu sempurna , dia kekasihku yang sempurna . aku menyayanginya"
untuk semua luka yang pernah ada aku meminta maaf
untuk semua kesetiaan yang selalu ada aku berterimakasih

terimakasih telah mencintaiku sebesar ini ...
terimakasih telah menjadi pangeran di negri dongengku ...
dan karena ini dongeng cintaku ,
biarkanlah menjadi "happily ever after" pada akhirnya :)